Gerakan PKK Long Berayang Tanam Tebu di Bukit Lereng: Dongkrak Ekonomi Desa
oleh
Voni Lavionita 19 Oktober 2026 18
oleh
Voni Lavionita
19 Oktober 2026 18
Kegiatan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat kembali mencatatkan momen inspiratif melalui agenda penanaman tebu yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Desa Long Berayang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Jum'at, 16 Oktober hingga Sabtu, 17 Oktober 2026 ini tidak hanya berfokus pada produktivitas lahan, tetapi juga menjadi wujud nyata program pembinaan terhadap lembaga kemasyarakatan serta upaya strategis dalam meningkatkan potensi ekonomi keluarga dan desa.
Dengan melibatkan sekitar 12 hingga 20 orang peserta, kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam menggerakkan pembangunan di tingkat desa. Dukungan penuh dari jajaran pemerintah desa dan antusiasme unsur masyarakat turut memberikan energi positif bagi para kader PKK yang hadir bahu-membahu di lapangan.
Keberlanjutan Program dan Potensi Ekonomi
Agenda penanaman tebu ini bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri. Langkah produktif tersebut merupakan keberlanjutan dari program PKK di tahun sebelumnya yang berfokus pada pelatihan dan pengelolaan hasil tanaman tebu. Melalui kesinambungan program ini, para kader PKK tidak hanya dibekali ilmu pengolahan produk, tetapi kini turun langsung membudidayakannya dari hulu.
Langkah ini diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi tingkat keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan di masa mendatang.
Rangkaian Kegiatan Selama Dua Hari
Hari Pertama (Jum'at, 16 Oktober 2026): Persiapan dan Pembersihan Lahan
Tahap awal dimulai dengan kerja bakti membersihkan area lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi yang berada di kawasan permukaan bukit lereng. Mengingat kondisi topografi yang berbukit dan memerlukan penataan ekstra, para peserta turun tangan menggunakan berbagai peralatan manual dan mesin.
Peralatan yang digunakan: Mesin rumput untuk memangkas gulma serta parang dan cangkul untuk merapikan struktur tanah di kontur lereng.
Hasil: Lahan di permukaan bukit lereng berhasil dibersihkan secara optimal, sehingga siap untuk memasuki tahap penggalian lubang tanam dan olah tanah lanjutan.
Hari Kedua (Sabtu, 17 Oktober 2026): Proses Penanaman Tebu
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada proses penanaman bibit tebu di area perbukitan tersebut. Dengan pembagian tugas yang terstruktur, proses penanaman berjalan lancar dan efisien.
Target Lubang Tanam: Sebanyak 150 hingga 250 lubang tanam berhasil dipersiapkan dan ditanami di area lahan seluas 1.000 meter persegi ini.
Teknis Penanaman: Pada setiap lubang tanam, dimasukkan 3 hingga 4 batang tebu dengan ukuran panjang masing-masing sekitar 30 cm. Metode ini diterapkan untuk memastikan tingkat pertumbuhan tunas yang optimal dan seragam di kontur tanah lereng.
Makna dan Harapan ke Depan
Melalui kolaborasi harmonis antara pemerintah desa Long Berayang, unsur masyarakat, dan kader PKK, kegiatan ini berhasil diselesaikan dengan sangat baik. Pemanfaatan lahan di permukaan bukit lereng seluas kurang lebih 1.000 meter persegi ini menjadi bukti nyata kreativitas warga dalam mengoptimalkan potensi geografis setempat secara produktif.
Diharapkan, tanaman tebu yang telah ditanam ini dapat tumbuh subur, beradaptasi dengan baik di kontur lereng, menghasilkan panen yang melimpah, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi Desa Long Berayang.