Sejarah Desa Long Berayang
PROFIL UMUM DESA LONG BERAYANG
Cikal bakal Nama Desa Long Berayang berasal dari
yang biasa Masyarakat sebut Pa’ Berayang (Air/Aliran Berayang). Pa’ yang
kemudian di sebut sebagai ‘Lung/Long’ (Muara atau pertemuan dari beberapa anak
Sungai) mengubah Pa’ Berayang menjadi Long Berayang seperti yang dikenal hingga
hari ini. Tidak ada catatan tentang awal kependudukan wilayah ini dan asal-usul
keturunan yang menghuni wilayah ini. Namun, sebagian besar setuju bahwa
Masyarakat Long Berayang awalnya adalah penduduk yang pindah dari desa-desa
disekitarnya yakni Pa’ Nado, Liang Tuer dan Buduk Tumu guna mencari Lokasi
penghidupan yang lebih baik. Berangkat dari keadaan tersebut, 90% penduduk desa
merupakan suku Lundayeh dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan
desa-desa disekitarnya dan memiliki agama yang homogen yakni Kristen protestan.
Tidak berbeda jauh dari wilayah sekitarnya yakni
bahwa tempat ini (Long Berayang) adalah daerah
yang kondisi geografis wilayahnya langsung di garis perbatasan Negara Indonesia
– Malaysia bagian timur menjadikan Desa Long Berayang menjadi saksi bisu
pertempuran/pertikaian dan salah satu dari tempat persembunyian masyarakat saat
pertempuran zaman perjuangan kemerdekaan hingga masa peristiwa Dwikora
Konfrontasi Indonesia – Malaysia sejak Tahun 1965. Inilah yang menjadi salah
satu alasan tempat pemukiman warga Long Berayang saat ini berbeda dari awal
terbentuknya wilayah ini. Meskipun begitu, jejak-jejak masa kelam tersebut
masih ‘terekam’ baik di tanah maupun benak Masyarakat Long Berayang.
Sejarah Kepemimpinan Desa Long Berayang
Sejarah yang
diceritakan melalui mulut ke mulut menyatakan bahwa jauh sebelum tahun 1900an,
telah terbentuk Long Berayang yang masih disebut Pa’ Berayang sebagai sebuah
wilayah yang independen karena memiliki penduduk dan batas wilayah yang jelas. Kemudian
berkisar antara tahun 1902 hingga 1920 Kampung Pa’ Berayang ini menjadi suatu
perkampungan yang secara perlahan mulai hidup secara teratur dan menetap. Oleh karena itu, pada tahun 1920 diangkat
untuk pertama kalinya seorang pemimpin kampung Bernama Tirung. Sosok pemimpin yang disebut dalam Bahasa
Daerah Dayak Lundayeh “Fala’ Hapung” atau yang disebut dalam Bahasa Indonesia
‘Kepala Kampung’ merupakan sosok yang disegani seluruh penduduk disamping
memiliki kemampuan sebagai pemburu ulung juga memiliki sifat yang ramah dan
dirasa memberi jaminan keamanan kepada Masyarakat Pa’ Berayang. Tercatat,
Kepala Kampung pertama ini terpilih secara aklamasi dan menjabat selama 15 tahun yakni dari tahun 1902
hingga tahun 1935. Kemudian pada tahun 1936, seorang warga Pa’ Berayang bernama
Sere Pudun terpilih menjadi kepala kampung dan menjabat selama 18 Tahun dengan rentang
masa berakhir jabatan tepat tahun kemerdekaan
Republik Indonesia.
Kepala Kampung ketiga yang tercatat dalam
Sejarah Desa Long Berayang (Pa’ Berayang) adalah seorang warga Bernama Pudun
Palung yang merupakan kepala kampung terlama yakni 23 tahun masa jabatan, yakni
dari tahun 1956 hingga tahun 1979 dan mengakhiri masa berlakunya aklamasi.
Selanjutnya mulai diberlakukan pemilihan secara voting yang mengokohkan yakni Kapung Baru sebagai pemimpin
yang kemudian juga untuk pertama kalinya menyandang sebutan Kepala Desa dari
tahun 1980-2001 dengan masa jabatan selama 22 Tahun. Kemudian pada era 200an,
terpilih yakni Yulius Mayun dan menjabat selama dua periode dari Tahun 2001
hingga 2014 sebelum kemudian beralih kepemimpinan kepada Yulison sebagai PJ.
Kepala Desa dari tahun 2015 hingga tahun 2016. Pada pertengahan tahun 2016 terpilih kembali
Yulius Mayun sebagai pemangku jabatan kepala Desa periode 2016-2021. Kemudian,
melalui pemilihan Tahun 2021, terpilih warga atas nama Padan sebagai Kepala
Desa yang menjabat hingga kini.
Tabel Sejarah Kepemimpinan di Desa Long Berayang
|
No. |
Nama Pejabat |
Periode Jabatan |
Uraian Jabatan |
|
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
|
1. |
Tirung |
1920 – 1935 |
Kepala Kampung |
|
2. |
Sere Pudun |
1935 –
1955 |
Kepala
Kampung |
|
3. |
Pudun
Palung |
1956 – 1979 |
Kepala Kampung |
|
4. |
Kapung Baru |
1980 –
2001 |
Kepala
Kampung |
|
5. |
Yulius
Mayun |
2001 – 2014 |
Kepala Desa |
|
6. |
Yulison |
2015 –
2016 |
PJ.
Kepala Desa |
|
7. |
Yulius
Mayun |
2016 – 2021 |
Kepala Desa |
|
8. |
Padan |
2021 –
2029 |
Kepala
Desa |
Sumber: Profil Desa Long
Berayang Tahun 2025
Baca juga:
Wujudkan Generasi Sehat dan Lansia Tangguh, Desa Long Berayang Gelar Posyandu Integrasi di GKII Budu
Wujudkan Generasi Sehat dan Lansia Tangguh, Desa Long Berayang Gelar Posyandu Integrasi di GKII Budu